Mengapa demikian ?

Karena saat ini Pemerintah telah mempermudah syarat pendirian PT, selain itu bentuk usaha PT lebih jelas dalam tanggung jawab serta perizinannya.

Dengan diterbitkannya PP No.29 Tahun 2016 oleh Pemerintah tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas adalah sebagai bukti nyata Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan pengusaha, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Kondisi iklim usaha saat ini masih di dominasi oleh penggunaan badan usaha seperti UD, CV maupun Firma untuk usaha kecil menengah dimana memang bentuk badan usaha tersebut sangat identik dengan usaha kecil menengah. Hal ini disebabkan karena biaya penndirian yang jauh lebih murah dibandingkan mendirikan PT.

Lalu berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan sebuah PT itu ?

Saat ini rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan sebuah PT adalah kisaran Rp10 juta, yang terdiri dari PNBP, notaris dan lainnya.

Kenapa lebih baik mendirikan PT ketimbang badan usaha seperti UD, CV maupun Firma bagi pelaku usaha UMKM ?

  • Keunggulan pertama adalah dalam hal bentuk usaha.

PT sebagai badan hukum memiliki pemisahan harta antara pemilik PT dengan PT itu sendiri. Artinya adalah apa yang dimiliki pemilik PT  baik itu harta maupun hutang bukanlah sebagai milik PT itu sendiri. Namu hal inni tidak berlaku untuk badan usaha, karena badan usaha memiliki kepemilikan asset yang menyatu dengan pribadi.

  • Keunggulan kedua adalah dalam hal tanggung jawab

Dalam hal badan usaha mengalami kerugian maka pemilik akan ikut bertanggung jawab, berbeda dengan bentuk badan hukum dimana tanggung jawab pemilik baru ada apabila terdapat unsur manipulasi terhadap badan hukum itu sendiri.

  • Keunggula ketiga adalah dalam hal Legalitas

Badan hukum PT akan lebih mudah dikembangkan, seperti dalam hal mengikuti tender ataupun usaha ekspor dan impor.

Atas dasar hal di atas tersebut, maka disarankan bagi pelaku UMKM untuk lebih baik menggunakan bentuk badan hukum PT sebagai usahanya ketimbang badan usaha. Selain itu pun saat ini salah satu upaya Pemerintah dalam mendukung UMKM adalah dengan hadirnya system Online Single Submission (OSS) membuat perizinan menjadi lebih mudah dan cepat tanpa perlu khawatir pungli dan semacamnya.

Dalam PP 29/2016 disebutkan bahwa jumlah modal dasar saat ini berdasarkan kesekapatan Rp10 juta tidak masalah meski di OSS sendiri masih ada ketidak serasian dalam hal modal tersebut, dimana di OSS masih menentukan modal minimal Rp50 juta sementara di PP itu boleh di bawah Rp10 juta.

Proses pendirian PT itu sendiri dari sisi Akta sebenarnya cukup mudah, hanya perlu menyiapkan  KTP dan NPWP pribadi dari para pendiri minimal dua orang dan apabila pendiri adalah suami istri, maka harus ditambah satu orang lagi sebagai pemegang saham. Selain rencana usaha sebagai patokan jenis usaha dari PT yang akan didirikan tersebut.

error: Content is protected !!
Open chat
Halo, Ada yg bisa kami bantu ?
Halo, Ada yg bisa kami bantu ?