Awal perjalanan sebuah bisnis, selain modal dan perencanaan bisnis yang matang, ada hal yang tidak kalah pentingnya yang harus Anda pikirkan dengan matang, yaitu pendirian badan usaha. Pendirian badan usaha serta perizinannya inilah yang menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha. Di Indonesia sendiri ada berbagai macam bentuk badan usaha yang dapat dipilih, mulai dari usaha perorangan, persekutuan perdata, Firma, CV, hingga Perseroan Terbatas (PT).

Sebelum kita membahas kelebihan dan kekurangan dari bentuk usaha CV, perlu diketahui apa itu CV sendiri ?

Apa itu CV ?

CV (Commanditaire Vennootschap) yang berarti persekutuan dari 2 orang atau lebih untuk dapat mendirikan suatu badan usaha yang sebagain besar dari anggotanya mendapatkan tanggung jawab yang tidak terbatas tetapi ada pula anggota yang memiliki tanggung jawab yang terbatas.

CV belum memiliki badan hukum sehingga badan usaha seperti ini tidak memiliki kekayaannya tersendiri yang dalam proses pendiriannya, harus menggunakan akta dan harus didaftarkan, yang diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang buku pertama titel ketiga pada bagian kedua Pasal 16 sampai dengan Pasal 35.

Di Indonesia CV di kenal sebagai Persekutuan Komoditer yang terdiri dari sebagian sekutu aktif dan sebagaian sekutu pasif. Sekutu yang aktif berperan penting dan memiliki tanggung jawab yang tinggi karena merancang dan menyumbangkan segala pikiran dan tenaganya untuk dapat memajukan perusahaan. Sedangkan sekutu pasif adalah sekutu yang hanya memberi modal kepada perusahaan dan pergi begitu saja dengan mengandalkan bagain dari keuntungan yang di sepakati bersama.

CV dapat di dirikan minimalnya 2 orang di dalamnya yang berkompeten dan memiliki keahlian dalam mengelola perusahaan tersebut.

Sekarang kita lihat kelebihan dan kekurangan dari bentuk usaha CV.

Kelebihan CV

  • Bentuk usaha CV lebih mudah dalam mengajukan pinjaman modal perbankan, karena lebih terpercaya.
  • Modal yang terkumpul nilainya lebih besar
  • Sebagai tempat menanam modal, CV atau persekutuan merupakan pilihan yang cenderung lebih baik.
  • Kemampuan dalam bermanajemennya besar.
  • Lebih mudah dalam mendapat suntikan modal.
  • Resiko yang dihadapi di tanggung bersama.
  • Manajemen dalam badan usaha CV atau persekutuan komanditer mudah untuk berkembang, karena posisinya bisa diisi oleh tenaga professional sehingga pengelolaannya akan menjadi jauh lebih baik.
  • Dalam proses pendiriannya, tergolong mudah.

Kekurangan CV

  • Kelangsungan dari perusahaan tidak menentu.
  • Mudah terjadi konflik antara para sekutu yang terdapat di dalam CV
  • Modal-modal yang telah disetorkan kepada perusahaan sangat susah untuk ditarik kembali.Kekuasaan dan pengawasannya bersifat kompleks
  • Anggota yang aktif berperan penting dan memiliki tanggung jawab yang tak terbatas.
  • Sebagian sekutu yaitu sekutu aktif (sekutu komplementer) memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding sekutu lainnya yaitu sekutu pasif atau sekutu komanditer
  • Apabila terjadi rugi atau perusahaan terbebani oleh hutang, maka semua sekutu bertanggungjawab secara bersama-sama.
  • Sekutu pasif (sekutu komanditer) tidak ikut mengelola perusahaan dan hanya mempercayakan modalnya kepada sekutu aktif (sekutu komplementer)
  • Operasional dari CV sangat tergantung kepada sekutu aktif sehingga kelangsungan hidup usaha tidak menentu karena banyak tergantung kepada sekutu aktif atau sekutu komplementer selaku pimpinan.

Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan bentuk CV usaha Anda.

error: Content is protected !!
Open chat
Halo, Ada yg bisa kami bantu ?
Halo, Ada yg bisa kami bantu ?